Pengukuhan Dewan Riset Daerah (DRD) Periode Tahun 2017 - 2022 PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Thursday, 28 December 2017 08:38


    Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Tegal Nomor : 050/132/2017 tentang pembentukan pengurus Dewan Riset Daerah Kota Tegal Periode Tahun 2017 - 2022 pemerintah Kota Tegal melalui bidang Litbang Bappeda Kota Tegal mengadakan acara pengukuhan Dewan Riset Daerah (DRD) periode Th 2017 - 2022. Acara dilaksanakan pada hari Rabu 27 Desember 2017 pukul 09.00 WIB bertempat di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal. Acara dibuka dan dikukuhkan secara resmi oleh Plt. Walikota Tegal Bapak Drs. H.M. Nursholeh, M.MPd dan dihadiri oleh segenap pengurus Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Tegal periode Tahun 2017 2022.
     DRD merupakan lembaga inkubator diluar struktur pemerintah daerah yang dibentuk melalui keputusan Kepala Daerah yang beranggotakan unsur cendikiawan dan Non PNS mantan birokrat yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman yang dihimpun dalam kelompok komisi-komisi dan mitra kerja peneliti serta struktur pengurus DRD yang terdiri dari penaggung jawab, pengarah, ketua, wakil ketua dan sekretariat serta diharapkan mengikutsertakan pengusaha setempat.

     Adapun tugas Pengurus DRD Kota Tegal Periode Tahun 2017 - 2022 sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Tegal Nomor : 050/132/2017 adalah sebagai berikut :

a. Melakukan studi, kajian, penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu

   pengetahuan dan  teknologi dalam  rangka   mendukung pembangunan 
   daerah.
b. Memberikan masukan berupa pendapat  atau saran kepada  pemerintah
   daerah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah
c. Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung
    pelaksanaan tugas Dewan Riset Daerah.
d. Membuat  laporan   kegiatan   tahunan   dan   melaporkannya   kepada
    Walikota Tegal.


Last Updated on Tuesday, 02 January 2018 10:05
 
SOSIALISASI KOTA PUSAKA KOTA TEGAL PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Thursday, 14 December 2017 11:11


     Kota Tegal mempunyai banyak bangunan bersejarah yang beragam dari cagar budayanya yang memiliki kearifan lokal otentik. Hal tersebut menjadikan kota Tegal sebagai kota jaringan kota pusaka Indonesia. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Tegal mengadakan sosialisasi kota Pusaka Kota Tegal yang diselenggarakan pada hari Rabu 13 Desember 2017 bertempat di pendopo kota Tegal. Acara dibuka dan diresmikan oleh Ibu Herlien Tedjo Oetami, SH selaku Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Tegal. Turut mengundang narasumber dari pemerhati tata ruang kota bapak H. Abdullah Sunkar, ST, MT dan Narasumber dari budayawan Kota Tegal Bapak Yono Daryono. 

       Kota Pusaka adalah kota yang didalamnya terdapat kawasan cagar budaya dan atau bangunan cagar budaya yang memilki nilai-nilai penting bagi kota, menempatkan penetapan kegiatan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kota. Banyak manfaat bagi Kabupaten/Kota di Indonesia apabila diakui sebagai Kota Pusaka Indonesia yaitu peningkatan nilai sosial, budaya dan ekonomi antara lain melalui pariwisata Kota Pusaka.

       Pemerintah telah berupaya melestarikan aset pusaka di Kota Tegal yang memiliki rekam jejak sejarah bangsa sehingga dari aspek hukum aset-aset pusaka tersebut kedudukannya sangatlah penting dan harus dijaga kelestariannya. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan mendorong penyusunan perencanaan penataan Kota Pusaka dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan tokoh masyarakat, selain itu yang menjadikan kendala dalam hal ini mengingat pelestarian aset pusaka membutuhkan pembiayaan yang besar namun hal tersebut dapat diatasi dengan bekerjasama dengan pihak swasta untuk secara bersama mengelola aset pusaka.
      Pengelolaan aset pusaka pemerintah Kota Tegal bersama dengan pihak swasta berupaya untuk terus meningkatkan kepedulian pelestarian aset pusaka atau bahkan meningkatkan nilai aset pusaka. Aset Pusaka di Kota Tegal tidak hanya di milki oleh pemerintah / pemerintah saerah tetapi juga aset pusaka yang dimiliki oleh swasta atau masyarakat sehingga keterlibatan pihak swasta sangatlah penting. Kepedulian pelestarian terhadap aset-aset puasaka budaya serta bangunan cagar budaya tersebut sekaligus mewujudkan kota yang aman, nyaman serta dalam pengembangan program Kota Pusaka menjadikan Kota Tegal yang produktif berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.



Last Updated on Friday, 15 December 2017 15:16
 
FGD ROADMAP SISTEM INOVASI DAERAH (SIDa) KOTA TEGAL TAHUN 2017 PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Monday, 04 December 2017 10:00

    Pemerintah Kota Tegal melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Tegal, Kamis 30 November 2017 bertempat di Hotel Riez Tegal, menggelar rapat Focus Group Discussion (FGD) tentang Penyusunan Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Kota Tegal Tahun Anggaran 2017. Kegiatan FGD secara resmi dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kota Tegal Ir. Resti Drijo Prihanto, M.Si, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Kelik Haryono, S.Pi sebagai moderator, turut hadir pula narasumber perwakilan dari Tim SIDa Provinsi Jawa Tengah Wiwin Widiastuti, SE, M.Sc, MT dan dihadiri oleh Tim SIDa Kota Tegal dari beberapa SKPD beserta tamu undangan lainnya.
       Sistem Inovasi Daerah (SIDa) merupakan keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuhkembangkan inovasi yang dipengaruhi oleh sumber daya alam setempat serta upaya dari pemerintah daerah terutama pengetahuan yang dikembangkan, diaplikasikan dan disebarluaskan sehingga mendorong berkembangnya inovasi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Melalui penyusunan Roadmap SIDa Kota Tegal bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan inovasi daerah berdasarkan potensi unggulan daerah sehingga dapat mendukung pembangunan daerah yang telah direncanakan.

   

   

     Disampaikan oleh narasumber perwakilan Tim SIDa Provinsi Jawa Tengah bahwa sebagai sebuah cara pendekatan Sistem Inovasi Daerah memerlukan objek pembangunan yang akan diusung. Oleh karena itu diperlukan adanya bidang prioritas atau suatu wahana yang menjadi objek untuk dijadikan prioritas dan merupakan sektor unggulan sebagai penarik (lokomotif) pemerintah daerah. Selain itu perlu menghimpun beberapa strategi yang menjadi penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) agar dapat menyelaraskan dengan kemajuan perkembangan global.
    Berdasarkan beberapa  daerah unggul berdaya  saing tinggi mempunyai kecenderungan  yang sama yaitu menerapkan best practise dalam melakukan pembangunan daerahnya. Kota Tegal menerapkan best practise antara lain meliputi kerangka umum inovasi dan bisnis; daya dukung Litbangyasa dan absorbsi UMKM; kolaborasi inovasi dan difusi teknologi; budaya inovasi; keterpaduan sistem inovasi dan perkembangan klaster keselarasan dengan perkembangan global. Mengacu pada kerangka kebijakan inovasi tersebut setiap kegiatan terkait/indikator masing-masing daerah mempunyai perbedaan dengan mempertimbangkan tema prioritas/unggulan daerah yang menjadi penyusunan roadmap SIDa.
     Adapun Sub Tema yang diprioritaskan dalam pengembangan SIDa Kota Tegal yaitu MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) dan Pariwisata yang berkaitan dengan City Branding Kota Tegal memerlukan city branding yang kuat yang membedakan dengan daerah lainnya untuk promosikan yang saat ini adalah "Tegal Kota Bahari"; Pendukung Perkembangan Industri antara lain melibatkan aspek koperasi dan UMKM, sarana dan prasarana penunjang, pelayanan pemerintah, iklim investasi, tenaga kerja, dan lembaga keuangan; Perdagangan Barang dan Jasa lebih tertuju pada pasar tradisional dan modern pemerintah kota Tegal mengupayakan pasar tradisional agar lebih banyak diminati oleh pelaku pasar salah satunya dengan revitalisasi pasar agar lebih baik sedangkan untuk sektor informal (pedagang kreatif lapangan) menjadikan sebagai area wisata kuliner di Kota Tegal.




Last Updated on Tuesday, 02 January 2018 10:04
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 10