SOSIALISASI PENANGGULANGAN GAKY TAHUN 2018 PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Saturday, 21 April 2018 10:55


    Bappeda Kota Tegal berperan serta mendukung terhadap bahaya gangguan GAKY melalui Sosialisasi Penanggulangan GAKY Tingkat Kota Tegal Tahun 2018 yang diadakan pada hari Jumat, 20 April 2018 pukul 08.00 WIB di Gedung Ex Samsat Ki Gede Sebayu. Dihadiri oleh segenap Tim Pokja penanggulangan GAKY Kota Tegal bersama dengan Tim Pelaksana Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Garam Konsumsi Kota Tegal,Dewan Pengurus dan Anggota Dharma Wanita, dan mendatangkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Tegal Bapak Triyono, SKM. Acara dibuka oleh Kepala Bappeda Kota Tegal Bapak Ir. Nur Effendi, M.Si dan  penyampaian paparan dari Kepala Bidang Pembangunan Masyarakat dan Sosial Budaya Ibu Rita Marlianawati, S.Sos,M.Si.

    Gangguan Akibat Garam Yodium (GAKY) dapat berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia. GAKY dapat mengakibatkan terjadinya gangguan fisik dan mental manusia seperti kematian bagi ibu hamil, bayi dan balita serta menghambat pemenuhan gizi pada masa tumbuh kembang anak. Iodium merupakan zat gizi mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita untuk keperluan metabolisme sel-sel tubuh dalam pembetukan hormon tiroid. Tubuh kita tidak dapat memproduksi iodium sehingga membutuhkan iodium dari luar berupa asupan makanan atau apapun yang mengandung iodium. Sebagai contoh yang mengandung iodium tinggi terdapat pada garam beryodium, rumput laut, biota laut (udang, kerang, kepiting, tuna, salmon dll), susu sapi dan produk olahannya (keju, yogurt, es krim), telur, kentang, kacang tanah, pisang dsb. Dalam sosialisasi ini dijelaskan bahwa perlu adanya pengetahuan kepada masyarakat mengenai garam yang dikonsumsi berkandungan yodium kurang atau tidak ada seringkali tertipu atau salah memilih garam tidak beryodium karena kemasannya saja yang terlihat menarik.  Selain itu kebutuhan iodium perhari juga dijelaskan untuk dewasa 0,15 mg/hari; Wanita hamil 0,22 mg/hari; Wanita menyusui 0,29 mg/hari, Anak usia 1- 11 Tahun 0,09-0,12 mg/hari; Bayi 0,11 - 0,12 mg/hari hal tersebut harus diperhatikan dengan baik agar tubuh kita dapat terpenuhi kebutuhan akan iodium.

    Tim Pokja Penanggulangan GAKY Kota Tegal berupaya terus untuk selalu memberikan pengetahuan tentang gangguan akibat kekurangan yodium serta pemahaman dan pembinaan kepada masyarakat luas. Selain itu ada Tim Pelaksana Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Garam Konsumsi Kota Tegal yang juga bertugas merencanakan dan melaksanakan monitoring, melaksanakan uji kandungan iodium pada garam, melaksanakan tindakan pembinaan dan pelarangan.  Pada Tahun 2017 capaian pengawasan terhadap garam yodium sudah berkisar 94% dengan melakukan sidak uji sampel garam dari pasar-pasar Kota Tegal serta mengadakan sosialisasi dengan uji iodium ke kelurahan serta kecamatan. Selain itu Pemerintah Kota Tegal telah melakukan berbagai upaya diantaranya pencanangan Gerakan Universal Salt Iodisation; Sosialisasi untuk Guru SD; Pemeriksaan garam iodium di Posyandu, SD dan Pasar; Pembentukan Satgas garam untuk pemeriksaan garam di Warung makan maupun toko; Pemeriksaan kwantitas kadar iodium pada garam. Pada Tahun 2018 ini perlu adanya dukungan dan komitmen kepada seluruh pihak sangat dibutuhkan dalam mensukseskan penanggulangan GAKY di Kota Tegal agar dapat meningkatkan kesadaran terhadap bahaya gangguan GAKY.

Penyampaian Paparan Sosialisasi Penanggulangan GAKY Kota Tegal Tahun 2018


 Uji Kandungan Iodium Garam


Last Updated on Sunday, 22 April 2018 22:08
 
MUSRENBANG KOTA TEGAL TAHUN 2018 PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Monday, 02 April 2018 10:37

    Musrenbang Kota Tegal Tahun 2018 telah dilaksanakan pada hari kamis 29 April 2018 pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Adipura Ki Gede Sebayu Kota Tegal. Dihadiri oleh Bappeda Provinsi Jateng, Bappeda Kabupaten Tegal, Bappeda Kab. Brebes, Forkopimda Kota Tegal, Plt. Sekda Kota Tegal, Para Staf Ahli Walikota Tegal, Asisten Sekda, dan seluruh Perangkat Daerah dan Lurah di Lingkungan Pemkot Tegal, DPRD Kota Tegal, LPMK, Tokoh Masyarakat, LSM, Kalangan praktisi/akademisi, Perguruan Tinggi dan Kelompok-kelompok masyarakat. Acara dibuka oleh PJs. Walikota Tegal Bapak Drs. Achmad Rofai, M.Si.
   Musrenbang memilki makna strategis karena menghasilkan Rencana kerja Pembangunan Tahun 2019, yang menentukan arah kebijakan pembangunan daerah yang akan dicapai di Tahun 2019 sebagai tahun terakhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tegal Tahun 2014-2019. Kebijakan Pembanguna Tahun 2019 difokuskan pada "Pemantapan Perwujudan Masyarakat Sejahtera dan Bermartabat" Dalam Rangka Pencapaian Visi " Terwujudnya Kota Tegal Yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima".

  Dalam sambutannya Pjs.Walikota Tegal Drs. Achmad Rofai, M.Si mengatakan terdapat 7 prioritas kebijakan Pembangunan Kota Tegal tahun 2019 diantaranya :
1. Peningkatan  penanggulangan  kemiskinan  dan  pengangguran  merata
    pada seluruh wilayah;
2. Peningkatan kesejahteraan masyarakat, berbasis potensi unggulan dan
    rekayasa
3. Pemantapan Kualitas dan Kapasitas  SDM  serta sarana prasarana yang
    memadai   untuk  menjamin  berkelanjutan  pelayanan  prima  kepada 
    masyarakat.
4. Pemantapan Kualitas Infrastruktur yang Memadai dan Berkelanjutan;
5. Pemantapan  pengelolaan  sumber  daya yang  bijaksana mendukung
    terwujudnya lingkungan hidup yang lestari; 
6. Pemantapan   derajat  kerukunan  masyarakat  dan  memberikan peng-
    hargaan  tinggi  pada  budaya  lokal   serta   tercapainya  kondusifitas  
     wilayah.
7. Pemantapan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang bersih &
    baik dan iklim demokrasi yang kondusif. 

  Dalam pelaksanaan musrenbang ini berharap semua pihak untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pembangunan secara komprehensif dan melakukan akselerasi pada arah dan target yang tepat sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen perencanaan dengan menrapkan prinsip perencanaan berkelanjutan dengan breakdown target secara terukur dan menangani setiap permasalahan secara terpadu selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Selain itu memanfaatkan semaksimal mungkin musrenbang Kota Tegal dengan memberikan kontribusi positif ke arah pencairan solusi sebagai jawaban terhadap permasalahan dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan kewenangan yang ada.


Last Updated on Monday, 09 April 2018 15:03
 
FORUM PERANGKAT DAERAH KOTA TEGAL TAHUN 2018 DALAM RANGKA PENYUSUNAN RKPD KOTA TEGAL TAHUN 2019 PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Tuesday, 20 March 2018 10:00

    Sebagai langkah persiapan agar Musrenbang tingkat kota, Bappeda kota Tegal mengadakan Forum Perangkat Daerah Kota Tegal Tahun 2018 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tegal Tahun 2019 yang diselenggarakan pada hari Senin tanggal 19 Maret 2018 bertempat di Adipura Balaikota Tegal dihadiri oleh PJs. Walikota Tegal Bapak Drs. Achmad Rofai, M.Si, Plt. Sekretaris Daerah Kota Tegal, Asisten Ahli Walikota Tegal, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Anggota DPRD, Lurah di lingkungan pemerintah Kota Tegal.
    Dalam sambutan yang diberikan oleh PJs Walikota Tegal bahwa musrenbang tingkat Kelurahan yang didahului dengan rembug warga di tingkat RT/RW kemudian musrenbang tingkat Kecamatan telah dilaksanakan dan telah menghasilkan kesepakatan usulan program dan kegiatan prioritas untuk dimusyawarahkan ke tingkat kota yang akan datang. Forum Perangkat Daerah merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian agenda penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kota Tegal Tahun 2018 dalam rangka menyusun RKPD Tahun 2019 sebagai langkah persiapan agar musrenbang tingkat kota nanti dapat menghasilkan rencana program dan kegiatan yang aspiratif dan menjadi jawaban dan solusi atas berbagai permasalahan pembangunan kota Tegal.


  Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tegal Tahun 2019 mengarah pada kebijakan yang difokuskan pada aspek Pemantapan Perwujudan Masyarakat Sejahtera dan Bermartabat dalam Rangka Pencapaian Visi Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima. Pada Forum Perangkat Daerah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk :
1. Menyelaraskan serta menajamkan indikator dan terget kinerja program
    dan kegiatan  sesuai dengan tugas pokok  dan fungsi masing-masing        perangkat daerah;
2. Menyelaraskan Rancangan Renja OPD dengan usulan prioritas program 
   dan kegiatan hasil musrenbangcam;
3. Menyelaraskan program dan kegiatan  antar OPD dalam rangka sinergi 
    pelaksanaan   program kegiatan  dan  optimalisasi   pencapaian target 
    sasaran pembangunan.
    Dengan mencermati hal tersebut diatas diharapkan dapat menjadi titik temu antara pendekatan dari bawah ke atas yang partisipatif dengan proses penyusunan rancangan Renja OPD. OPD juga diharapkan dapat mencermati usulan masyarakat dan memberikan penjelasan secara proporsional tentang kemungkinan usulan yang diajukan tersebut dapat diakomodir atau tidak.


Last Updated on Tuesday, 27 March 2018 15:48
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 3 of 10