FGD IMPLEMENTASI KOTA TANGGUH 2017 Print
Written by Lestari   
Friday, 29 September 2017 09:07



     Bappeda Kota Tegal ikut berkontribusi dalam memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) dari Tim Peneliti Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Universitas Diponegoro Semarang sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) Hibah DPRM Kementrian Dikti Tahun 2017 dengan judul "Permodelan Pengembangan Wilayah Perkotaan Pesisir Utara Jawa Tengah Menuju Implementasi Kota Tangguh (Resilient City)". Pelaksanaan diadakan pada hari Kamis 28 September 2017 jam 12.30 s/d 16.00 WIB di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kota Tegal yang dihadiri oleh Kepala Bappeda Kota Tegal Bapak Ir. H. Nur Effendi, M.Si didampingi Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Tegal, Kepala Sub Bidang Infrastruktur Bappeda Kota Tegal dan Kepala Sub Bidang Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Tegal, Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknik Undip Semarang Ibu Dr. Ing. Wiwandari, ST, MT, MPS dan perwakilan dari dinas terkait seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Tegal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tegal, dan perwakilan dari Tim KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Kota Tegal.

Terlihat beberapa dinas terkait saling berdiskusi dalam FGD ini

     FGD ini meliputi ruang lingkup bahasan mengenai bencana-bencana akibat perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, rob, tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran. Selain itu untuk mengetahui data dan informasi pendukung seperti jumlah dan waktu kejadian bencana, lokasi kejadian bencana dan tata guna lahan daerah terkena bencana, dampak atau kerugian yang ditimbulkan dan mencari penyebab dari bencana yang terjadi di Kota Tegal, ketinggian air maksimum dan minimum serta durasi maksimum dan minimum terjadinya genangan khusus akibat bencana banjir. Dalam FGD ini pula dibahas mengenai program yang telah dilakukan OPD maupun pihak eksternal terkait program penanganan dan pengurangan resiko bencana. 

    
    Letak Geografis Kota Tegal yang berada di Pesisir Pantai Utara, walaupun terbebas dari bahaya tanah longsor dan letusan gunung berapi namun rawan terhadap bahaya banjir, potensi banjir di Kota Tegal disebabkan beberapa hal, luapan air sungai, hujan deras, rob, dan banjir kiriman. Daerah terdampak yang sering terjadi meliputi, Kelurahan Kaligangsa, Cabawan dan Krandon (luapan air sungai kaligangsa), Kelurahan Mintaragen dan Tegalsari (Rob) dan Kelurahan Randu gunting, Pesurungan Kidul, Debong Kulon, Kraton serta Margadana (genangan air saat hujan deras) untuk meminimalisir potensi bencana telah dilakukan beberapa program pembangunan seperti pembangunan folder, kolam retensi, groin pantai untuk menangani abrasi dan kerusakan pantai serta normalisasi kali dan sungai. Selain itu Bappeda Kota Tegal juga telah melaksanakan pembangunan dan pemeliharan infrastruktur diantaranya melalui program kawasan pesisir pantai Kota Tegal masterplan water front city kawasan PAI dan penataan pantai muarareja.


Last Updated on Wednesday, 22 November 2017 20:34