EKSPOSE DATA DAN ANALISIS SITUASI STUNTING KOTA TEGAL TAHUN 2022

EKSPOSE DATA DAN ANALISIS SITUASI STUNTING KOTA TEGAL TAHUN 2022

Satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting. Kemudian sebagaimana telah disampaikan pada pemaparan kepala bappeda, bahwa tujuh ratus satu dari dua belas ribu balita atau satu dari delapan belas balita di Kota Tegal mengalami kondisi stunting. Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian bersama, karena persoalan stunting bukan hanya persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Untuk itu, kembali menekankan bahwa pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan stunting. Pada agustus 2021 yang lalu, bapak presiden telah menandatangani peraturan presiden nomor 72 tentang percepatan penurunan stunting. Perpres ini memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, Serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting. Target bapak presiden sangat jelas, yaitu pemerintah ingin menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada
tahun 2024. Demikian halnya dengan target bapak Wali Kota pada RPJMD Kota Tegal tahun 2019-2024, yang menargetkan penurunan prevalensi stunting Kota Tegal hingga 4,55 persen di tahun 2024.

Pada Hari Kamis, 31 Maret 2022, pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB bertempat di Gedung Adipura Balai Kota Tegal telah dilaksanakan Rapat Ekspose Data Analisis Situasi Stunting Kota Tegal Tahun 2022. Acara diawali dengan paparan/ekspose Data Analisis Situasi Stunting Kota Tegal Tahun 2022 oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Tegal. Kemudian arahan dari Sekretaris Daerah Kota Tegal Bapak Dr. Drs. Johardi, MM. Acara terakhir adalah diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Tegal dengan narasumber Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Tegal, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal (diwakili oleh Kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perorangan Dinas Kesehatan) dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Acara ini diikuti oleh
semua staf ahli Wali Kota Tegal, para Asisten Sekda Kota Tegal, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal, Kepala Puskesmas se Kota Tegal, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Tegal, Direktur Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal.

Dalam acara ini dipaparkan bahwa Pemerintah Kota Tegal yang didukung oleh stakeholder terkait, data timbang ukur tahun 2021, angka prevalensi stunting Kota Tegal berhasil diturunkan dari 5,80 persen pada tahun 2021 menjadi 5,51 persen di tahun 2022. Namun demikian, jika memperhatikan data perbandingan prevalensi stunting dalam kurun tiga tahun terakhir, pada tahun 2022 ini terjadi kenaikan angka prevalensi stunting di dua wilayah kecamatan, yakni kecamatan Tegal selatan dan kecamatan Tegal timur. Bahkan, dilihat pada peta persebaran zona stunting tahun 2022, untuk wilayah kecamatan tegal timur didominasi oleh zona merah dan zona oranye stunting. Dalam tim percepatan penurunan stunting (TPPS), baik di tingkat kota, tingkat kecamatan, hingga tingkat kelurahan, serta bapak/ ibu yang tergabung dalamtim pendamping keluarga (TPK).

Mari kita bersama-sama khususnya Kota Tegal mendampingi keluarga-keluarga yang masuk dalam kategori keluarga beresiko stunting agar keluarga tersebut tidakmengalami kasus stunting. Jadi, jika di dalam suatu keluarga memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting, yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja puteri, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0 sampai 23 bulan, anak usia 24-59 bulan yang berasal dari keluarga miskin, pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk, dan air minum tidak layak, maka keluarga tersebut masuk dalam kategori keluarga beresiko stunting. Berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2021 yang dilakukan oleh DPPKBP2PA, terdapat 30.257 atau (43,05 persen) keluarga beresiko stunting dari total 70.287 keluarga di kota Tegal. Sebagaimana amanat perpres nomor 72 tahun 2021, Kota Tegal memberikan pendampingan khususnya bagi para keluarga beresiko stunting agar tidak terjadi kasus balita stunting yang dialami oleh keluarga tersebut.



Tinggalkan Balasan