KOTA TEGAL MERAIH JUARA 3 PADA PENERIMAAN PENGHARGAAN PEMETAAN DAYA SAING DAERAH (PDSD) TAHUN 2022 PROVINSI JAWA TENGAH

Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono menerima secara langsung Anugerah Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 yang diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoeni di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (19/10) siang.

Wali Kota Tegal hadir didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tegal, Ir. Resti Dirjo Prihanto.

Pemerintah Provinsi Jateng memberikan penghargaan Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) kepada 14 kabupaten/ kota terbaik.

Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) Provinsi Jawa Tengah diselenggarakan di Gedung Gradhika Bakti Praja pada 19 Desember 2022.

Adapun tujuan acara tersebut adalah untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang Anugerah PDSD sebanyak 17 (tujuh belas) Kab/Kota dengan katagori Juara umum Kabupaten, Juara umum Kota, Juara 1, 2 dan 3 dari 4 (empat) aspek yaitu aspek Faktor Penguat, aspek Sumber Daya Manusi (SDM), aspek pasar dan aspek ekosistem inovasi. Serta juara buku laporan terbaik, 1 , 2 dan 3.

Penghargaan diberikan kepada Kabupaten/Kota sesuai dengan kategorinya masing – masing. Untuk Kategori Sumber Daya Manusia, Juara I Kota Salatiga, Juara II Kota Magelang, dan Juara III Kabupaten Kendal. Kategori Faktor Penguat, Juara I diraih Kabupaten Batang, Juara II Kabupaten Pekalongan, dan Juara III Kabupaten Semarang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada kabupaten dan kota yang telah meraih penghargaan.

“Bahwa hari ini kita hadirkan 14 kota kabupaten pemenang Anugerah PDSD dan 3 pemenang Buku Laporan PDSD. Kami sampaikan selamat semoga penerimaan ini dapat semakin memotivasi, dan untuk membenahi untuk meningkatkan daya saing daerah masing-masing. Ini juga sebagai pemantik untuk kabupaten, kota lain untuk ikut memperkuat potensi daerah,” ujar Taj Yasin.

Wakil Gubernur juga menyampaikan bahwa dari hasil penilaian PDSD nantinya dapat bemanfaat untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) wilayah.

“PDSD sebagai indikator pembuatan RPJMD. Kemampuan daya saing suatu daerah menjadi parameter pembangunan daerah. Saya berharap sinergitas peran dan fungsi dapat menopang program antar Pemprov dalam mendorong daya saing daerah dalam menghadapi passar global,” tambah Taj Yasin.

Selanjutnya, Kategori Ekosistem Inovasi, Kabupaten Temanggung menyabet peringkat pertama, Juara II Kabupaten Wonogiri, dan Juara III Kabupaten Magelang. Kemudian, Kategori Pasar, Juara I Kota Surakarta, Juara II Kabupaten Sukoharjo, dan Juara III Kabupaten Rembang.

Selain itu, terdapat tiga kabupaten/kota yang menerima predikat buku laporan terbaik yakni Juara I Kabupaten Karanganyar, Juara II Kabupaten Boyolali, dan Juara III Kota Tegal.

Selain itu, adapun acara Penandatangan Kerjasama antara Gubernur Jawa Tengah dengan 3 (tiga) Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Penghargaan PDSD, dapat dijadikan mo-mentum untuk menumbuhkembangkan sistem inovasi daerah dan kesiapan teknologi. Harapannya, terbangun ekosistem inovasi daerah yang melibatkan berbagai sektor, terutama pendidikan, kesiapan infrastruktur, SDM dan anggaran.
Strategi peningkatan DSD antara lain dengan memetakan potensi daerah, memperkuat infrastruktur ekonomi, meningkatkan kualitas SDM, sinergitas provinsi dan kabupaten/kota, menciptakan inovasi produk, mendorong ekonomi rakyat dengan menggunakan produk lokal.



Tinggalkan Balasan