REMBUK STUNTING KOTA TEGAL TAHUN 2022

REMBUK STUNTING KOTA TEGAL TAHUN 2022
#Kamis_16_Juni_2022

Pada Hari Kamis, 16 Juni 2022, pukul 09.30 sampai dengan 12.00 WIB bertempat di Gedung Adipura Balai Kota Tegal telah dilaksanakan Rembuk Stunting Kota Tegal Tahun 2022. Acara diawali dengan Laporan Penyelenggara Data Analisis Situasi Stunting Kota Tegal Tahun 2022 oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Tegal. Kemudian Pengukuhan “TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING KOTA TEGAL” yang dikukuhkan oleh Wali Kota Tegal dilanjut Sambutan dan pengarahan oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. serta Penandatanganan “KOMITMEN BERSAMA” Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi Kota Tegal Tahun 2022 oleh Wali Kota Tegal, Kapolresta Tegal, Dandim 0712/Tegal, Kepala Kejaksaan Negeri Tegal, Sekda Kota Tegal, Ketua TP PKK Kota Tegal disusul dengan Seluruh Kepala OPD dan Organisasi selaku Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Tegal Tahun 2022. Hadir Juga Narasumber dari Bappeda Provinsi Memaparkan Upaya Percepatan Pencegahan Penanggulangan dan Penurunan Stunting di Jawa Tengah, Kondisi Stunting Kota Tegal Tahun 2022 serta Rancangan Program dan Kegiatan Intervensi Stunting Tahun 2023 dipaparkan oleh Sekretaris Daerah Kota Tegal Dr. Drs. Johardi, M.M., terakhir adalah diskusi yang dimoderatori oleh Staf Ahli Wali Kota Tegal Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Joko Sukur Baharudin.

Dalam Acara ini Bapak Wali Kota Tegal mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS tingkat Kota Tegal. Tim ini dibentuk sebagai tindak lanjut dari amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. TPPS Kota Tegal memiliki tugas pokok yaitu mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen, dan terintegrasi, dengan melibatkan lintas sektor di Kota Tegal. Wali Kota Tegal mengemukakan “Ini adalah tenaga yang kita siapkan. Saya pesan, setelah dikukuhkan, apa yang selanjutnya dilakukan? Kerja!!!

Kerja bersama dan saling bersinergi. Pastikan layanan sampai ke sasaran. Jangan ada keluarga beresiko stunting, yang luput dari pendampingan, karena cara yang paling efektif dalam menurunkan angka stunting adalah dengan melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.  Jika pada beberapa waktu lalu kita semua bergerak bersama, hingga melakukan kegiatan door to door dalam upaya percepatan vaksinasi covid-19, mari, hal yang sama kita lakukan untuk mendukung upaya cegah stunting. Kerja pertama yang bisa kita lakukan adalah mendata dan melakukan pemantauan terhadap ibu hamil, apakah mereka punya masalah? Kalau mereka punya masalah, koordinasikan bersama tim dan segera diintervensi, serta didampingi. Siapa yang mendampingi? Bisa pemerintah, bisa tim pendamping keluarga, TPPS tingkat Kecamatan dan Kelurahan, satgas stunting, Tim Penggerak PKK, atau mengajak Perguruan Tinggi. Kalau masih kurang, kita minta dukungan TNI/Polri. Mereka punya Babinsa, Bhabinkamtibmas. Kemudian, siapa sasaran berikutnya yang perlu kita berikan intervensi dan pendampingan? Tentunya para balita, khususnya yang berusia nol sampai dengan dua puluh tiga bulan, yang terindikasi stunting.

Wali Kota Tegal memohon khususnya kepada yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting agar memberikan intervensi khusus kepada para balita tersebut. Jika masih berusia nol sampai dengan enam bulan, berikan dukungan agar bayi tersebut memperoleh ASI eksklusif, berikan dukungan agar ibu-nya memperoleh gizi seimbang. Kemudian pastikan agar para balita memperoleh imunisasi dasar secara lengkap. Kalau itu sudah semuanya, kita gencarkan edukasi kepada masyarakat. Sasaran utama adalah para remaja putri, khususnya yang berusia dua belas sampai dengan delapan belas tahun, agar rutin mengkonsumsi tablet tambah darah satu tablet per minggu selama 1 tahun.

Mohon ini bisa menjadi perhatian, khususnya kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, agar merancang inovasi program untuk memastikan pemantauan konsumsi rutin tablet tambah darah bagi para remaja putri. Sasaran berikutnya, adalah para calon pengantin. Terkait ini, saya harapkan dukungan dari Kemenag, khususnya petugas kua, serta kepada para Camat dan Lurah se-Kota Tegal, agar turut membantu memberikan edukasi gizi pada saat calon pengantin tersebut melakukan pendaftaran pencatatan pernikahan. Utamanya, berikan himbauan kepada para calon pengantin agar melakukan pemeriksaan kesehatan pada fasilitas kesehatan, khususnya di Puskesmas, agar memperoleh pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi. Karena, saya mendapatkan laporan bahwa di sepanjang tahun 2021 lalu, baru sekitar lima puluh satu persen calon pengantin yang melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu pemenuhan persyaratan administratif pernikahan. Mudah-mudahan semakin dini pencegahan stunting dilakukan semakin besar peluang bagi bayi dan balita tidak mengalami stunting, karena tiga bulan sebelum menikah, harapannya calon suami/ istri itu di cek kesehatannya. Kalau kondisinya baik dan sehat, insya Allah ini akan bisa mencegah stunting.

Alhamdulillah, berdasarkan hasil timbang ukur, Kota Tegal berhasil menurunkan angka stunting dari 5,80 persen pada tahun 2021 menjadi 5,51 persen di tahun 2022 ini. Tentunya kita semua bersyukur atas pencapaian ini, karena merupakan hasil dari kerja keras kita bersama.

Itulah inti dari gerakan “Sego Sak Ceting – Semangat Gotong royong, Sakabehe Cegah Stunting. Sekali lagi, pastikan layanan sampai ke sasaran. Oleh sebab itu, saya memberikan tantangan kepada seluruh perangkat daerah, hingga Camat dan Lurah, untuk berinovasi dan menunjukkan praktik baik dalam Pelaksanaan Aksi Cegah Stunting di Kota Tegal. Semoga di tahun-tahun mendatang, akan ada Kelurahan dan Kecamatan yang berhasil mewujudkan “Zero Stuntingdi wilayahnya

Terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan meridhoi kita semua dalam meraih cita-cita baik kita mewujudkan Kota Tegal dan bangsa Indonesia yang semakin maju dan sejahtera

Ucapan Terimkasih juga disampaiakan Oleh Dr. Drs. Johardi, M.M. selaku Sekretaris Daerah Kota Tegal atas dukungan dan kerja keras seluruh jajaran Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, khususnya Tim Percepatan Penanggulangan Stunting beserta para stakeholder terkait, diantaranya Kepada Kader PKK Kota Tegal, Gabungan Organisasi Wanita, PD Aisiyah dan Muslimat NU Kota Tegal, Ikatan Bidan Indonesia, Civitas Akademika Politeknik Harapan Bersama dan UPS Kota Tegal, yang telah memberikan dukungan dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Tegal. penanganan stunting memang bersifat multidimensional serta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Itu mengapa Pemerintah Kota Tegal mengusung jargon “Sego Sak Ceting” (Semangat Gotong-royong Sakabehe untuk Mencegah Stunting). Harapan kita semua, Kota Tegal kedepan mampu menjadi salah satu Kota yang anak-anaknya terbebas dari stunting atau “Zero Stunting.

Semoga Allah SWT, memberikan perlindungan, berkah, dan kesehatan kepada kita semua, aamiin yaa robbal alamin.



Tinggalkan Balasan